Jumat, 07 September 2012

Alasan Menggunakan Sistem Basidata

Pada postingan pertama ini, saya akan menjelaskan mengenai Alasan menggunakan Sistem Basisdata, serta kelebihan dan kekurangannya. Sebelumnya saya akan memberi gambaran tentang apa itu basisdata. Basisdata ini terdiri dari 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas/gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data adalah fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan, peristiwa, keadaan, dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Dari pengertian setiap kata diatas, basisdata dapat diartikan himpunan kelompok data/arsip yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Atau kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan sedemikian rupa dan tanpa pengulangan/ penumpukan, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Dan basisdata juga dapat diartikan kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.


Sedangkan Sistem Managemen Basisdata atau Database Management System (DBMS) merupakan perangkat lunak untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola, dan mengendalikan pengaksesan basisdata. Fungsi DBMS saat ini yang paling penting adalah menyediakan basis/tempat untuk sistem informasi managemen.

Tujuan utama menggunakan sistem basis data adalah untuk kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan dan penyimpanan data atau arsip dari basisdata. Dan berikut ini ada beberapa alasan mengapa menggunakan sistem basisdata, yaitu sebagai berikut :

  1. Speed : dengan menggunakan basis data, memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data, melakukan manipulasi data atau menampilkan kembali data tersebut secara lebih cepat dan  mudah.
  2. Space : dengan basisdata, efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
  3. Accuracy : pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan/batasan , domain data, keunikan data, dsb, yang dilakukan secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data.
  4. Availability : dengan pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada di suatu lokasi/cabang dapat juga diakses (tersedia/available) bagi lokasi/cabang lain.
  5. Completeness : kelengkapan data yang disimpan dalam sebuah database bersifat relatif, bisa jadi saat ini dianggap sudah lengkap, tetapi belum tentu pada suatu saat dianggap lengkap.
  6. Security : dalam sistem basis data aspek keamanan dapat diterapkan dengan ketat, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai basis data serta obyek-obyek didalamnya, serta jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
  7. Sharability : basis data yang dikelola dengan aplikasi multi user dapat memenuhi kebutuhan pemakaian bersama.
 Sedangkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sistem basis data adalah sebagai berikut :
  • Kelebihan :
  1. Terkontrolnya kerangkapan data : dalam basis data hanya perlu membuat satu field yang sama, yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang membutuhkannya.
  2. Terpeliharanya keselarasan data : apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda, maka secara otomatis perubahan data itu akan berlaku untuk keseluruhan.
  3. Data dapat dipakai secara bersama
  4. Keamanan data terjamin : karena basis data dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misal dengan memberikan hak akses kepada user, atau memberikan password.
  5. Terpeliharanya integritas data : data pada data base akan akurat karena terkontrol.
  6. Kemandirian data : data dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus mengubah format yang sudah ada.
  7. Terpeliharanya keseimbangan data dari berbagai macam kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi.
  8. Peningkatan layanan backup dan pemulihan data.
  • Kekurangan
  1. Untuk mengelola database atau basis data, diperlukan tenaga yang terampil, karena seorang pengelola perlu memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai untuk mengelola program basis data.
  2. Perangkat lunaknya mahal
  3. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi aplikasi lain yang terkait karena dalam basis data, data saling terhubung.
  4. Tempat penyimpanan data yang digunakan besar
  5. Kompleksitas yang tinggi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar